Ekspedisi Romang Damer 2025 oleh KKP dan WWF Indonesia ungkap habitat dugong terbesar nasional: 32 individu sapi laut langka berkumpul di Pulau Romang, Maluku Barat Daya, rekor baru melebihi India-Thailand (26 ekor), plus kemunculan paus orca indikator ekosistem sehat.
https://fireartsale.org/ Temuan Oktober-November 2025 dokumentasikan >200 spesies terancam, terumbu karang purba via drone-fotogrametri, konfirmasi perairan Romang-Damer kaya nutrisi sebabkan agregasi dugong langka ini. Dirjen Kelautan KKP Koswara sebut kawasan strategis konservasi prioritas nasional.
Kritik tajam: Penemuan fenomenal bukti laut timur Indonesia under-researched gem, tapi lambat follow-up proteksi – dugong rentan jaring nelayan ilegal, paus orca disrupt sonar militer. Apakah viral berita cukup cegah eksploitasi nikel Maluku?
Detail Temuan Ilmiah
- 32 Dugong Pulau Romang: Rekor agregasi Indonesia, drone pantau kelompok besar herbivora dasar rumput laut.
- Paus Orca Sighting: Predator apex jarang, sinyal chain makanan utuh bebas polusi.
- 200+ Spesies Dilindungi: Termasuk karang purba abadi, indikator climate resilience.
- Terumbu Purba: Struktur ratusan tahun tahan bleaching, potensi wisata ekologi.
WWF Expedition Lead Ahmad Hafiz Adyas: “Belum pernah tercatat dugong sebanyak ini di satu titik Indonesia.” Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Romang-Damer usul status KKP, target IUCN protected area.
Implikasi Konservasi
Temuan dorong moratorium tambang laut Maluku, tapi tantangan: nelayan lokal tak sadar status IUCN dugong Vulnerable, paus orca collision kapal nelayan. Kritikus harap eco-tourism Romang cegah migrasi urban, tapi risiko over-tourism rusak seagrass bed dugong.
Secara kritis, ekspedisi ini validasi Blue Economy Nusantara tapi eksposur media picu illegal fishing. Positif: data ilmiah dorong anggaran KKP 2027. Negatif: enforcement lemah vs TKI asing. Penonton Phnom Penh relate ASEAN marine biodiversity, tapi Maluku scale superior.
Rencana: monitoring permanen drone, community ranger lokal, kolaborasi Filipina-Thailand dugong migration. Fenomena ini benchmark laut Indonesia 2026: pelestarian atau eksploitasi?
Kembali ke Beranda.